Rabu, 27 November 2019

Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam

     Pendidikan Agama Islam adalah suatu pembelajaran yang dilakukan oleh seseorang yang memberikan pendidikan atau materi mengenai agama Islam kepada orang yang ingin mengetahui lebih dalam tentang agama islam.
     Menurut Drs. Usman Said, Pendidikan Agama Islam adalah segala usaha yang terbentuk atau membimbing atau menuntun rohani dan jasmani seseorang menurut ajaran Islam.
     Dan menurut Dr.H.Zuhairini, Pendidikan Agama Islam berarti usaha-usaha secara sistematis dan pragmatis dalam membantu anak didik agar hidup sesuai dengan ajaran Islam.
     Dalam surah Luqman ayat 13 yang artinya: "Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberi pelajaran kepada anaknya: "Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar"
     Dari ayat diatas dijelaskan bahwa dalam mendidik anak hendaknya menggunakan pendidikan bersifat, kasih sayang, kelembutan. Tetapi, dalam landas ketegasan dan kedisiplinan bukan berarti mendidik dengan keras.
     Ada beberapa cara untuk menerapkan ilmu Pendidikan Agama Islam dalam kehidupan sehari-hari, antara lain: Sholat tepat pada waktunya, menyampaikan ilmu yang sudah didapatkan saat dikampus kepada orang sekitar dan jika sudah mengetahui hukum yang melarang kita untuk mengerjakannya, maka jangan dikerjakan.

Ulasan buku kunang-kunang : antologi cerita rakyat selakau timur

Nama : Norman Safutra
Kelas  : PAI / 1D (Semester 1)

Pengarang : Ayu Aida Nuraini
Judul          : Kunang-kunang : Antologi                            Cerita Rakyat Selakau Timur

Gunung Sinujuh terletak di dekat muara daerah Sejangkung, berkisar belasan kilometer dari kota Sambas. Gunung ini terbentuk karena konflik antara dua daerah yang memperebutkan satu wilayah. Daerah ini bernama Datok Siba dan pemimpin dari daerah Sinujuh bernama Ki Sinu, keduanya seorang petapa.
Awalnya dua daerah itu menjalin hubungan baik. Mereka tidak pernah memiliki permasalahan yang sampai memecah belah hubungan mereka. Hubungan mereka seperti kumbang dan bunga yang saling menguntungkan satu sama lain. Apabila ada permasalahan mereka saling membantu. Penyelesaian masalah tersebut dilakukan secara bermufakat.
Di suatu hari, pimpinan daerah Sebatok yaitu Datok Siba dan pemimpin daerah Sinuju yaitu Ki Sinu pergi berburu bersama. Mereka berburu tidak jauh dari desa. Tak di sengaja mereka menemukan daerah/wilayah yang sangat subur. Di wilayah tersebuyt tumbuh berbagai jenis tumbuhan dan berbagai jenis hewan. Tanahnya subur, dan berdekatan dengan muara besar.
“Wah, subur sekali daerah ini. Banyak tumbuh-tumbuhan, hewan dan berdekatan dengan muara,” seru Datok Siba. “Bagaimana kalau kita buat pemukiman saja di sini?” Usul Ki Sinu. Datok Siba setuju.
Mereka pun pulang ke desa masing-masing. Keesokan harinya, Ki Sinu berkehendak pergi ke Desa Sebatok menemui Datuk Siba. Dia ingin membicarakan tentang pembagian wilayah yang ditemukan dekat muara besar kemarin.
“Datuk, bagaimana pembagian wilayah yang ada di dekat muara besar itu?” tanya Ki Sinu.
“Oh, itu soal mudah, karena aku yang menemukannya terlebih dahulu jadi wilayah milikku lebih besar dari wilayah milikmu. Lag! pula wargaku lebih ramai dari pada wargamu.” Jawab Datuk Siba.
Ki Sinu menjawab dengan memukul meja Datuk Siba, “Mana boleh seperti itu, kita harus bagi rata wilayah itu. Tidak boleh ada kurang tidak boleh ada lebih.”
Perdebatan berlangsung lama, Ki Sinu langsung pulang meninggalkan Desa Sebatok. Di tengah perjalanan dia berpikir untuk mendapatkan wilayah yang sama rata.
Keesokan harinya pergi lag! ke Desa Sebatok untuk menemui Datuk Siba. Sesampainya di rumah Datuk Siba, Ki Sinu langsung mengusulkan pendapat untuk menyatukan daerah mereka menjadi satu. Tetapi Datuk Siba menolak dapat tersebut. Datuk Siba langsung menyuruh Ki Sinu pulang. Ki Sinu pulang dengan perasaan marah. Di rumahnya, sepulang dari Desa Sebatok dia langsung memikirkan cara untuk merebut utuh wilayah dekat muara tersebut. Ternyata di saat kepulangan Ki Sinu, Datuk Siba juga memikirkan juga ingin merebut Desa Sinujuh.
Di suatu malam, seluruh warga Desa Sebatok menyerang Desa Sinuju. Tetapi di tengah perjalalan, mereka bertemu warga dari Desa Sinujuh yang juga ingin menyerang Desa Sebatok. Tidak sampai di desa, peperangan di mulai di antara Desa Sebatok dan Sinujuh. Peperangan itu tidak dapat dielakkan. Satu per satu warga desa Sebatok dan Sinujuh tewas. Warga dari kedua desa itu yang tersisa tidak lebih dari setengah warga dari warga desa awal.
Perbincangan pemimpin dari kedua daerah terjadi saat peperangan. Ki Sinu berkata, “Datuk, dari pada berperang yang dapat memakan banyak korban dalam waktu yang lama, lebih baik kita selesaikan dengan cara lain.”
“Tapi dengan cara yang bagaimana?” Tanya Datuk Siba.
“Lebih baik kita berlomba membuat gunung di wilayah dekat muara besar itu. Saya akan membuat di sebelah selatan muara dan kamu membuat di sebelah utara muara,” jawab Ki Sinu.
“Baiklah kalau begitu cara yang terbaik,” ujar Datuk Siba. Lomba tersebut selama satu bulan. Barang siapa gunungnya lebih tinggi, dia yang menang dan berhak memiliki daerah tersebut.
Dua hari berlalu, lomba membuat gunung pun dimulai. Dengan sangat gigih seluruh warga Desa Sebatok mengumpulkan batu dan tanah. Begitu pula dengan warga Desa Sinujuh.
Setelah dua minggu perlombaan, gunung-gunung yang mereka buat pun sudah tinggi. Gunung keduanya kurang lebih sama tinggi. Minggu ketiga tiba, ketinggian gunung mereka masih sama. Ki Sinu berpikir di dalam hati saat bekerja, kalau seperti ini kedudukan dan ketinggian gunung milikku dengan gunung miliknya akan sama. Oleh karena itu, saya harus bertindak dan berbuat sesuatu. Setelah berpikir panjang, ia menemukan sebuah ide.
Hari esok ditunggu oleh Ki Sinu. Setibanya di hari esok, ia langsung memerintahkan warga desanya membentangkan tinggi kain yang berwarna kehitam-hitaman agar tampak lebih tinggi. Selesailah tugas warga Desa Sinujuh dan waktu tinggal dua hari saja. Warga dari Sebatok masih bekerja keras. Salah seorang dari warga Desa Sebatok melihat gunung dari warga Desa Sinujuh sudah tinggi. Dia bernama Singgih. Dia langsung melaporkannya kepada pimpinannya yaitu Datuk Siba.
“Datuk, datuk, saya tadi tidak sengaja melihat gunung Desa Sinujuh, tampaknya sudah lebih tinggi dari pada gunung kita. Sedangkan waktunya tinggal dua hari lagi.” Seru Singgih kepada Datuk Siba.
“Oh, sudah tidak ada harapan lagi,” ujar Datuk Siba. Mereka pun menyerah dan tidak menyelesaikan gunungnya.
Karena kalah, Datuk Siba merasa malu karena gunungnya setengah jadi. Dia pun langsung menggelamkan gunung miliknya tersebut di muara besar dekat tempat ia membuat gunung. Datok Siba sangat kecewa, hingga suatu ketika ia mengetahui kebohongan dari gunung Ki Sinu.
Ternyata yang tinggi hanyalah kain hijau kehitam-hitaman yang menyerupai pohon-pohon rimbun. Datuk Siba sangat marah. Dia lalu bersumpah kepada Desa Sinujuh untuk hilang selama-lamanya setelah ia meninggal dunia.
Dua tahun berlalu, Desa Sinujuh bertempat di dekat muara yang dibuat gunung oleh warga Sinujuh tersebut. Di saat itu juga, Datuk Siba jatuh sakit dan tak lama kemudian ia meninggalkan dunia. Sesuai dengan sumpahnya, Desa Sinujuh hilang. Tetapi gunung yang dibuat warga Desa Sinujuh tidak hilang karena di dalam sumpah Datuk Siba tidak tercantum untuk menghilangkan gunung yang dibuat warga Desa Sinujuh. Karena gunung itu dibuat oleh warga Desa Sinujuh, hingga saat ini gunung itu dinamakan Gunung Sinujuh. Kesimpulannya adalah nama Sinujuh diambil dari nama sebuah desa yang membuat gunung tersebut.

Senin, 14 Oktober 2019

RESUME SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI MAHASISWA/I PAI/FTIK IAIN PONTIANAK

Nama : Norman Safutra 
NIM   : 11901045
Kelas  : PAI D Semester 1


PELAKSANAAN METODE DALAM PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
BAGI ANAK TUNAGRAHITA DHARMA ASIH PONTIANAK
TAHUN PEMBELAJARAN 2017/2018

SKRIPSI

OLEH : 

HESTI DWI WULANDARI
NIM : 1131120043

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK (IAIN)
2017M/1438H

MOTTO

اَكْرِمُوْا اضُوْلاَدِضُكُمْ وَاَ حْسِنُوْا اُدَبُهُمْ
 ‘’Muliakanlah anak-anakmu dan baguskanlah pendidikan mereka’’.
(H.R.At-thabrani dan  khatib)

ABSTRAK :
HESTI DWI WULANDARI, Pelaksanaan Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Siswa Tunagrahita di SMPLB Dharma Asih Pontianak Tahun Pelajaran 2017-2018.
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tidak semua lembaga pendidikan mampu dan mau menerima siswa berkebutuhan khusus seperti anak Tunagrahita, adanya SMPLB Dharma Asih Pontianak diharapkan menjadi jawaban atas ketidaksiapan sekolah pada umumnya, kesiapan dalam segala aspek disekolah tersebut tentunya harus diperhatikan terlebih mengenai metode belajar. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menjawab dari fokus penelitian yang terjabar dalam beberapa pertanyaan sebagai berikut : 1. Metode apa saja yang digunakan dalam pembelajaran agama Islam di SMPLB Dharma Asih Pontianak? 2. Bagaimana penerapan metode pembelajara agama Islam yang diterapkan pada  anak tunagrahita di SMPLB Dharma Asih Pontianak?
    Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini,yaitu : 1. Guru pendidikan agama Islam SMPLB Dharma Asih Pontianak. 2. Siswa SMPLB bagian Tunagrahita. Teknik yang diguakan untuk mengambil data adalah observasi non partisipan dan wwancara serta dokumentasi. Untuk menganalisis data penelitian menggunakan langkah : a. Pengumpulan data b. Reduksi data c. Display data d. Verifikasi data.
    Berdasarkan analisis data dan pembahasan , maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Metode yang digunakan guru Pendidikan Agama Islam dlam proses pembelajaran di SMPLB tidak jauh berbeda dengan siswa regular pada umumnya , yaitu : a.Metode  ceramah b. Metode tanya jawab c. Metode demonstrasi d. Metode pembiasaan e. Metode inkuiri. 2. Penerapan dan langkah-langkah metode pembelajaran pun sama dengan siswa regular pada umumnya, seperti menyiapkan materi, mengemukakan pokok-pokok materi dan memancing pengalaman siswa regular pada umumnya yag sesuai dengan materi untuk metode ceramah, menetapkan kemungkinan pertanyaan yang akan dikemukakan, menetapkan kemungkinan jawaban untuk menjaga agar tidak menyimpang dari pokok persoalan , menyiapkan kesempatan bertanya  bagi peserta didik untuk metode ceramah, mempersiapkan perangkat pendukung dan menyiapkan garis-garis besar untuk melakukan metode demonstrasi, tidak menunda melakukan pembiasaan yang positif dan terus diulang-ulang dan perlunya pengawasan dari guru maupun orang tua siswa untuk metode pembiasaan, melakukan orientasi, merumuskan masalah, mengajukan hipotesis dan memberikan kesimpulan untuk metode inkuiri.

DAFTAR ISI

ABSTRAK................................................................................................................................i
KATA PENGANTAR...............................................................................................................ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................................iv
DAFTAR TABEL.....................................................................................................................viii
DAFTAR LAMPIRAN.............................................................................................................ix
DAFTAR GAMBAR................................................................................................................x

BAB I PENDAHULUAN

          A. Latar Belakang..........................................................................................................1
          B. Fokus Masalah..........................................................................................................7
          C. Tujuan Penelitian......................................................................................................8
          D. Manfaat Penelitian....................................................................................................8

BAB II KAJIAN PUSTAKA
   
          A. Penelitian Terdahulu................................................................................................10
          B. Landasan Teori.........................................................................................................13
               1. Pengertian Metode Pembelajaran........................................................................13
               2. Macam-macam Metode Pembelajaran................................................................17
               3. Metode khusus bagi AnakTunagrahita................................................................27
               4. Tunagrahita..........................................................................................................28
               5. Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Tunagrahita..............................................36  
               6. Prinsip-prinsip Pembelajaran..............................................................................38

BAB III METODE PENELITIAN

          A. Pendekatan dan Metode peelitian...........................................................................42
          B. Subjek Penelitian....................................................................................................43
          C . Lokasi Penelitian...................................................................................................44
          D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data......................................................................44

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN
      
          A. Gambaran Umum Lokasi Pendidikan....................................................................45
               1. Sejarah berdirinya SMPLB................................................................................52
               2. Profil Lembaga...................................................................................................53
          B. Paparan Data Penelitian..........................................................................................56
               1. Metode apa saja yang digunakan dalam pembelajaran agama Islam di       SMPLB................................................................................................................................57
               2. Bagaimana penempatan metode pembelajaran agama Islam yang diterapkan di SMPLB.................................................................................................................................61
          C. Pembahasan...........................................................................................................65

BAB V PENUTUP
    
          A. Kesimpulan............................................................................................................86
          B. Saran......................................................................................................................86

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................................87
LAMPIRAN..........................................................................................................................88

KUTIPAN :

1. Sutardjo,a Wiramihardja(2005:36) menyatakan bahwa pendidikan luar biasa adalah pembelajaran yang dirancang secara khusus sehingga memenuhi kebutuhan untuk setiap anak luar biasa, meliputi materi khusus, teknik atau metode pengajaran khusus, alat-alat khusus, perlengkapan-perlengkapan khusus dan seterusnya.
2. Nana. Sudjana(2001:4) sekolah luar biasa merupakan salah satu lembaga formal yang melaksanakan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal, banyak upaya yang harus dilakukan secara profesional, salah satunya adalah penggunaan metode  pembelajaran sesuai kurikulum yang digunakan.
3. Mentri pendidikan (UU No.20 Tahun 2003) pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai agama, kultural, kemajemukan bangsa.
4. Suprayekti (2003:13) metode adalah cara guru menyampaikan pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu.
5. Abdul Aziz, MA. (2003:63) metode pembelajaran merupakan cara guru mengorganisir pembelajaran dan cara murid belajar untuk mencapai suatu tujuan.
6. Sumantri. M (2001:136) metode ceramah adalah metode yang paling populer dan paling banyak dilakukan oleh guru, selain mudah penyajiannya juga tidak memerlukan media.
7. Sumantri. M (2000:186) metode ceramah sebagai penyajian pelajaran oleh guru dengann cara memberikan penjelasan secara lisan kepada peserta didik.
8. Widi Raharjo (2002:52) metode ceramah adalah suatu cara penyajian bahan ajar atau cara mengajar melalui penjelasan atau penuturan secara lisan oleh guru kepada peserta didik.
9. Nana Sudjana (2000:77) ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan dipersiapkan dengan baik didukung alat dan media, serta memperhatikan batas-batas penggunaannya.
10. Syaiful Sagala (2012:202) metode ceramah harus digunakan secara efektif san efisien.

DAFTAR PUSTAKA

Sutardjo, a Wiramihardja, Pengantar Psikologi Abnormal. Bandung: Refika Aditama.

Sudjana, Nana . 2001. Media pengajaran : penggunaannya dan pembuatannya. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia. 2003. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang pendidikan Nasional Beserta Penjelasannya. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Suprayekti, 2003.  Interaksi Belajar Mengajar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Abdul Aziz, 2003. Metode dan Model-model Mengajar. Bandung: Alfabeta.

Sumantri. M,et. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. Maulana.

Sumantri. M,et. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Bansung: CV. Maulana.

Widi Raharjo. Sekitar Strategi Belejar Mengajar dan Keterampilan Mengajar. Salatiga: Widya Sari.

Sudjana, Nana. 2000. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.

Syaiful Sagala. 2012. Konsep dan makna pembelajaran. Bandung: Alfabeta.















Jumat, 11 Oktober 2019

OBSERVASI
Alamat  : Jl. Gajah mada
Pukul    : 23:25 wib
Analisis : Menurut saya penulisan diatas sudah benar sesuai dengan buku EYD.
Sumber : Buku EYD

Alamat  : Jl. Gajah Mada
Pukul     : 23:30 wib
Analisis : Menurut saya penulisan pada gambar diatas sudah benar dan sudah sesuai dengan EYD.
Sumber : Buku EYD


Alamat    : Jl. Gajah Mada
Pukul       : 23:30 wib
Analisis : Menurut saya penulisan pada gambar diatas sudah benar dan juga sudah sesuai dengan EYD.
Sumber   : Buku EYD

Alamat   : Jl. Teuku Umar
Pukul      : 23:35 wib
Analisis : Seharusnya "i" yang ada pada kalimata "DiLARANG" menggunakan i besar "I".
Sumber.  : Buku EYD

Alamat    : Jl. Teuku Umar
Pukul      : 23:35 wib
Analisis : Menurut saya penulisan pada gambar diatas sudah benar dan sesuai EYD.
Sumber   : Buku EYD

Alamat   : Jl. Gusti Sulung Lelanang
Pukul      : 23:40 wib
Analisis : Menurut saya penulisan di atas sudah benar dan sesuai EYD.
Sumber  : Buku EYD


Alamat   : Jl. Gusti Sulung Lelanang
Pukul      : 23:40
Analisis : Penulisan pada kalimat "alat2" seharusnya tidak menggunakan singkatan, tetapi harus alat - alat menggunakan penghubung.
Sumber   : Buku EYD


Alamat   : Jl. Urai Bawadi
Pukul      : 00:05 wib
Analisis : Menurut saya penulisan diatas sudah benar dan sesuai dengan EYD.
Sumber  : Buku EYD

Alamat   : Jl. Urai Bawadi
Pukul      : 00:08 wib
Analisis : Menurut saya penulisan diatas sudah benar dan sesuai dengan EYD.
Sumber  : Buku EYD

Alamat   : Jl. Sultan Abdulrahman
Pukul      : 00:15
Analisis : Menurut saya penulisan diatas sudah benar dan sesuai dengan EYD.
Sumber  : Buku EYD

Selasa, 17 September 2019

Kampung halaman


Kampung Halaman

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

     Perkenalkan nama saya Norman Safutra,kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang kampung halaman saya yaitu Pontianak. Saya lahir dan dibesarkan di Pontianak tepatnya di Jalan Urai Bawadi atau biasa dikenal kampung Jawa, karena sebagian besar yang tinggal di Jalan ini adalah orang jawa. Ada yang Jawa Barat,Jawa Tengah,Jawa Timur pokoknya semua rata-rata pendatang dari Jawa. Aku tinggal di Gang Tria 4, didalam gang ini banyak sekali kenangan yang aku miliki hingga tidak bisa aku lupakan, bagiku masa kecilku adalah masa kecil terakhir yang sangat bahagia ,karena sampai sekarang anak kecil didalam gang ini sudah jarang sekali untuk bertemu ataupun bermain bersama, karena apa? Karena mereka semua tlah mengenal yang namanya gadget,dulu zaman aku masih kecil belum kenal yang namanya gadget. Zaman dulu kami lebih senang bermain bersama,bermain pelantak atau biasa disebut mainan yang terbuat dari bambu, bermain layangan ,bermain bola dilapangan yang dimana tanda akhir permainan ditandai dengan suara azan maghrib.
     Oh iya aku belum cerita tentang sejarah Kota yang merupakan kampung halaman ku, Kota Pontianak yaitu ibukota Kalimantan Barat yang lahir pada 23 Oktober 1771. Raja pertama di Pontianak yaitu Sultan Syarif Abdurrahman, dan asal usul nama Pontianak diambil dari nama kuntilanak, yaitu hantu yang sering mengganggu raja pertama ini, namun kuntilanak ini dapat dikalahkan oleh raja karena ditembak dengan meriam, begitulah ceritanya.
     Dikampung halamanku ini setiap tahunnya pasti slalu terjadi bencana kabut yang disebabkan oleh orang-orang yang tidak berpendidikan dengan membakar lahan atau hutan demi sebuah perusahaan baru bisa dibangun, namun mereka tidak memikirkan bagaimana nasib para binatang yang sudah lama tinggal di hutan, mereka semua mati karena api melalap hutan tersebut, banyak orang yang merasa risih karena banyak nya binatang buas ataupun binatang lainnya yang banyak masuk ke tempat tinggal para manusia, jangan salahkan binatang itu sampai masuk ke wilayah manusia, tapi salahkan para pembakar hutan yang mempunahkan tempat tinggal dan habitat mereka, aku hanya berharap tahun depan atau sampai kapanpun jangan sampai terjadi kabut asap lagi, kasihan orang-orang yang tidak berdosa banyak terkena penyakit.
     Sekian cerita kampung halaman saya ,jangan lupa mampir ya ke Kotaku, disini banyak tempat asik untuk berwisata kok. Saya akhiri, wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Rabu, 11 September 2019

Diriku


Diriku

Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Perkenalkan saya Norman Safutra, bisa dipanggi Man,Maman,Putra atau bisa kalian gunakan panggilan dimasa kecilku yaitu Cifut/Siput. Emang agak aneh nama panggilan seperti itu, awalnya aku biasa saja dipanggil dengan nama itu, tapi lama kelamaan aku penasaran kenapa nama itu bisa jadi nama panggilan ku. Akhirnya aku bertanya ke mama, lalu mama mulai cerita awalnya waktu kecil aku orangnya paling lama tumbuh diantara sepupu ku yang seumuran, mereka semua sudah bisa merangkak sedangkan ak hanya tengkurap, saat mereka sudah bisa berjalan ya aku baru mulai merangkak, intinya aku orangnya dulu paling lama untuk tumbuh sama seperti nama panggilan nya. Nah itu asal usul nama panggilan kecilku. Oh iya,aku lahir tanggal 18 Januari 2001 di Pontianak, sekarang umurku menginjak ke 18 tahun, hal yang aku suka yaitu bermain gitar,skateboard,jogging,pencak silat dan masih banyak lagi. Prestasi yang aku punya masih sedikit,rencana sih tahun depan mau nambah prestasi lagi buat ngebanggain orang tua, doain ya. Oke lanjut, aku dulu SD di SDN 03 Pontianak selatan, sedangkan SMP aku memilih untuk masuk ke MTsN 2 Pontianak, lanjut ke SMA aku masuk di MAs Mujahidin,lalu sekarang aku Kuliah di IAIN Pontianak dengan jurusan PAI atau Pendidikan Agama Islam. Sebenarnya cita-cita saya bukan menjadi guru melainkan menjadi seorang arsitek seperti abang sepupu ku, namun rezeki saya bukan disitu. Tapi saya berjanji kelak saya akan tetap bisa membanggakan kedua orang tua saya walaupun cita-cita saya bukan seperti yang saya harapkan. Sekian buat yang sudah membaca cerita saya.

Wassalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh