Nama : Norman Safutra
NIM : 11901045
Kelas : PAI D Semester 1
PELAKSANAAN METODE DALAM PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
BAGI ANAK TUNAGRAHITA DHARMA ASIH PONTIANAK
TAHUN PEMBELAJARAN 2017/2018
SKRIPSI
OLEH :
HESTI DWI WULANDARI
NIM : 1131120043
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK (IAIN)
2017M/1438H
MOTTO :
اَكْرِمُوْا اضُوْلاَدِضُكُمْ وَاَ حْسِنُوْا اُدَبُهُمْ
‘’Muliakanlah anak-anakmu dan baguskanlah pendidikan mereka’’.
(H.R.At-thabrani dan khatib)
‘’Muliakanlah anak-anakmu dan baguskanlah pendidikan mereka’’.
(H.R.At-thabrani dan khatib)
ABSTRAK :
HESTI DWI WULANDARI, Pelaksanaan Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Siswa Tunagrahita di SMPLB Dharma Asih Pontianak Tahun Pelajaran 2017-2018.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tidak semua lembaga pendidikan mampu dan mau menerima siswa berkebutuhan khusus seperti anak Tunagrahita, adanya SMPLB Dharma Asih Pontianak diharapkan menjadi jawaban atas ketidaksiapan sekolah pada umumnya, kesiapan dalam segala aspek disekolah tersebut tentunya harus diperhatikan terlebih mengenai metode belajar. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menjawab dari fokus penelitian yang terjabar dalam beberapa pertanyaan sebagai berikut : 1. Metode apa saja yang digunakan dalam pembelajaran agama Islam di SMPLB Dharma Asih Pontianak? 2. Bagaimana penerapan metode pembelajara agama Islam yang diterapkan pada anak tunagrahita di SMPLB Dharma Asih Pontianak?
Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini,yaitu : 1. Guru pendidikan agama Islam SMPLB Dharma Asih Pontianak. 2. Siswa SMPLB bagian Tunagrahita. Teknik yang diguakan untuk mengambil data adalah observasi non partisipan dan wwancara serta dokumentasi. Untuk menganalisis data penelitian menggunakan langkah : a. Pengumpulan data b. Reduksi data c. Display data d. Verifikasi data.
Berdasarkan analisis data dan pembahasan , maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Metode yang digunakan guru Pendidikan Agama Islam dlam proses pembelajaran di SMPLB tidak jauh berbeda dengan siswa regular pada umumnya , yaitu : a.Metode ceramah b. Metode tanya jawab c. Metode demonstrasi d. Metode pembiasaan e. Metode inkuiri. 2. Penerapan dan langkah-langkah metode pembelajaran pun sama dengan siswa regular pada umumnya, seperti menyiapkan materi, mengemukakan pokok-pokok materi dan memancing pengalaman siswa regular pada umumnya yag sesuai dengan materi untuk metode ceramah, menetapkan kemungkinan pertanyaan yang akan dikemukakan, menetapkan kemungkinan jawaban untuk menjaga agar tidak menyimpang dari pokok persoalan , menyiapkan kesempatan bertanya bagi peserta didik untuk metode ceramah, mempersiapkan perangkat pendukung dan menyiapkan garis-garis besar untuk melakukan metode demonstrasi, tidak menunda melakukan pembiasaan yang positif dan terus diulang-ulang dan perlunya pengawasan dari guru maupun orang tua siswa untuk metode pembiasaan, melakukan orientasi, merumuskan masalah, mengajukan hipotesis dan memberikan kesimpulan untuk metode inkuiri.
DAFTAR ISI
ABSTRAK................................................................................................................................i
KATA PENGANTAR...............................................................................................................ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................................iv
DAFTAR TABEL.....................................................................................................................viii
DAFTAR LAMPIRAN.............................................................................................................ix
DAFTAR GAMBAR................................................................................................................x
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang..........................................................................................................1
B. Fokus Masalah..........................................................................................................7
C. Tujuan Penelitian......................................................................................................8
D. Manfaat Penelitian....................................................................................................8
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Penelitian Terdahulu................................................................................................10
B. Landasan Teori.........................................................................................................13
1. Pengertian Metode Pembelajaran........................................................................13
2. Macam-macam Metode Pembelajaran................................................................17
3. Metode khusus bagi AnakTunagrahita................................................................27
4. Tunagrahita..........................................................................................................28
5. Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Tunagrahita..............................................36
6. Prinsip-prinsip Pembelajaran..............................................................................38
BAB III METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Metode peelitian...........................................................................42
B. Subjek Penelitian....................................................................................................43
C . Lokasi Penelitian...................................................................................................44
D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data......................................................................44
BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Pendidikan....................................................................45
1. Sejarah berdirinya SMPLB................................................................................52
2. Profil Lembaga...................................................................................................53
B. Paparan Data Penelitian..........................................................................................56
1. Metode apa saja yang digunakan dalam pembelajaran agama Islam di SMPLB................................................................................................................................57
2. Bagaimana penempatan metode pembelajaran agama Islam yang diterapkan di SMPLB.................................................................................................................................61
C. Pembahasan...........................................................................................................65
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan............................................................................................................86
B. Saran......................................................................................................................86
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................................87
LAMPIRAN..........................................................................................................................88
KUTIPAN :
1. Sutardjo,a Wiramihardja(2005:36) menyatakan bahwa pendidikan luar biasa adalah pembelajaran yang dirancang secara khusus sehingga memenuhi kebutuhan untuk setiap anak luar biasa, meliputi materi khusus, teknik atau metode pengajaran khusus, alat-alat khusus, perlengkapan-perlengkapan khusus dan seterusnya.
2. Nana. Sudjana(2001:4) sekolah luar biasa merupakan salah satu lembaga formal yang melaksanakan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal, banyak upaya yang harus dilakukan secara profesional, salah satunya adalah penggunaan metode pembelajaran sesuai kurikulum yang digunakan.
3. Mentri pendidikan (UU No.20 Tahun 2003) pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai agama, kultural, kemajemukan bangsa.
4. Suprayekti (2003:13) metode adalah cara guru menyampaikan pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu.
5. Abdul Aziz, MA. (2003:63) metode pembelajaran merupakan cara guru mengorganisir pembelajaran dan cara murid belajar untuk mencapai suatu tujuan.
6. Sumantri. M (2001:136) metode ceramah adalah metode yang paling populer dan paling banyak dilakukan oleh guru, selain mudah penyajiannya juga tidak memerlukan media.
7. Sumantri. M (2000:186) metode ceramah sebagai penyajian pelajaran oleh guru dengann cara memberikan penjelasan secara lisan kepada peserta didik.
8. Widi Raharjo (2002:52) metode ceramah adalah suatu cara penyajian bahan ajar atau cara mengajar melalui penjelasan atau penuturan secara lisan oleh guru kepada peserta didik.
9. Nana Sudjana (2000:77) ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan dipersiapkan dengan baik didukung alat dan media, serta memperhatikan batas-batas penggunaannya.
10. Syaiful Sagala (2012:202) metode ceramah harus digunakan secara efektif san efisien.
DAFTAR PUSTAKA
Sutardjo, a Wiramihardja, Pengantar Psikologi Abnormal. Bandung: Refika Aditama.
Sudjana, Nana . 2001. Media pengajaran : penggunaannya dan pembuatannya. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia. 2003. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang pendidikan Nasional Beserta Penjelasannya. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Suprayekti, 2003. Interaksi Belajar Mengajar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Abdul Aziz, 2003. Metode dan Model-model Mengajar. Bandung: Alfabeta.
Sumantri. M,et. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. Maulana.
Sumantri. M,et. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Bansung: CV. Maulana.
Widi Raharjo. Sekitar Strategi Belejar Mengajar dan Keterampilan Mengajar. Salatiga: Widya Sari.
Sudjana, Nana. 2000. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.
Syaiful Sagala. 2012. Konsep dan makna pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
1. Sutardjo,a Wiramihardja(2005:36) menyatakan bahwa pendidikan luar biasa adalah pembelajaran yang dirancang secara khusus sehingga memenuhi kebutuhan untuk setiap anak luar biasa, meliputi materi khusus, teknik atau metode pengajaran khusus, alat-alat khusus, perlengkapan-perlengkapan khusus dan seterusnya.
2. Nana. Sudjana(2001:4) sekolah luar biasa merupakan salah satu lembaga formal yang melaksanakan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal, banyak upaya yang harus dilakukan secara profesional, salah satunya adalah penggunaan metode pembelajaran sesuai kurikulum yang digunakan.
3. Mentri pendidikan (UU No.20 Tahun 2003) pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai agama, kultural, kemajemukan bangsa.
4. Suprayekti (2003:13) metode adalah cara guru menyampaikan pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu.
5. Abdul Aziz, MA. (2003:63) metode pembelajaran merupakan cara guru mengorganisir pembelajaran dan cara murid belajar untuk mencapai suatu tujuan.
6. Sumantri. M (2001:136) metode ceramah adalah metode yang paling populer dan paling banyak dilakukan oleh guru, selain mudah penyajiannya juga tidak memerlukan media.
7. Sumantri. M (2000:186) metode ceramah sebagai penyajian pelajaran oleh guru dengann cara memberikan penjelasan secara lisan kepada peserta didik.
8. Widi Raharjo (2002:52) metode ceramah adalah suatu cara penyajian bahan ajar atau cara mengajar melalui penjelasan atau penuturan secara lisan oleh guru kepada peserta didik.
9. Nana Sudjana (2000:77) ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan dipersiapkan dengan baik didukung alat dan media, serta memperhatikan batas-batas penggunaannya.
10. Syaiful Sagala (2012:202) metode ceramah harus digunakan secara efektif san efisien.
DAFTAR PUSTAKA
Sutardjo, a Wiramihardja, Pengantar Psikologi Abnormal. Bandung: Refika Aditama.
Sudjana, Nana . 2001. Media pengajaran : penggunaannya dan pembuatannya. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia. 2003. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang pendidikan Nasional Beserta Penjelasannya. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Suprayekti, 2003. Interaksi Belajar Mengajar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Abdul Aziz, 2003. Metode dan Model-model Mengajar. Bandung: Alfabeta.
Sumantri. M,et. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. Maulana.
Sumantri. M,et. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Bansung: CV. Maulana.
Widi Raharjo. Sekitar Strategi Belejar Mengajar dan Keterampilan Mengajar. Salatiga: Widya Sari.
Sudjana, Nana. 2000. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.
Syaiful Sagala. 2012. Konsep dan makna pembelajaran. Bandung: Alfabeta.



















