Minggu, 18 April 2021

laporan bacaan 2

             NORMAN SAFUTRA (11901045)

PAI 4D

 

Identitas Jurnal 

Judul: Strategi Pembelajaran Untuk Anak Usia Dini Jurnal Pengkajian Ilmu Dan Pembelajaran

Penulis: Nuraeni

Vol : 2 no.2

Bismillahirrahmanirrahim

Assalammu'alaikum Wr Wb

Alhamdulillah kita panjat puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkat rahmat dan hidayahnya lah, kita dapat menyelesaikan bloh ini dengan tepat waktu, tidak lupa juga kita bersholawat kepada Nabi kita yaitu Nabi Muhammad SAW atas berkat beliaulah kita dapat merasakan manis dan nikmat nya iman manisnya Islam.

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini saya masih diberi kenikmatan sehat untuk bisa mengetik di blog ini setelah sekian lama tidak menulis di blog, saat ini saya sudah semester 4 dan ini adalah blog pertama saya di semester ini.

Nah, pada kali ini saya akan melaporkan/berbagi hasil bacaan yang telah saya baca yaitu mengenai tentang strategi pembelajaran. Bahan bacaan yang menjadi sumber saya kali ini yaitu jurnal yang berjudul “strategi pembelajaran untuk anak usia dini.

Baiklah langsung saja kita masuk ke intinya.

Pada saat saya membaca jurnal ini, saya langsung mencari apa itu “strategi pembelajaran”. Sebelum membaca jurnal ini yang ada di fikiran saya “strategi pembelajaran” itu adalah tujuan pembelajaran, dan ternyata benar. Dari jurnal ini di jelaskan bahwa pengertian strategi pembelajaran yaitu, strategi pembelajaran merupakan suatu rencana kegiatan yang termasuk di dalamnya penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam suatu pembelajaran dan disusun untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Pemahaman tentang pendekatan strategi pembelajaran dan metode pembelajaran adalah hal yang sangat penting, terutama dalam konteks penguasaan konsepsional terhadap pembelajaran. Strategi pembelajaran harus mengandung penjelasan tentang metode atau prosedur dan teknik yang digunakan selama proses pembelajaran berlangsung. Pemilihan strategi pembelajaran sangatlah penting. Artinya, Bagaimana pengajar dapat memilih kegiatan pembelajaran yang paling efektif dan efisien untuk menciptakan pengalaman belajar yang baik, ya itu yang dapat memberikan fasilitas kepada peserta didik mencapai tujuan pembelajaran namun harus diingat bahwa tidak ada satupun strategi pembelajaran yang paling sesuai untuk semua kondisi dan situasi yang berbeda, walaupun tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sama. Oleh karena itu, dibutuhkan kreativitas dan keterampilan pengajar dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran yaitu yang disusun berdasarkan karakteristik peserta didik dan situasi kondisi yang dihadapinya. 

Proses kegiatan pembelajaran direncanakan dan didesain oleh guru sedemikian rupa, guna tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Idealnya pembelajaran yang sesuai dengan abad ini yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa, agar pembelajaran yang dialami siswa menjadi lebih bermakna. Selain itu, model pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran haruslah bervariasi, sehingga siswa tidak merasa jenuh dan bosan ketika proses pembelajaran berlangsung. Strategi pembelajaran yang akan dipilih dan digunakan oleh pengajar bertitik tolak dari tujuan awal pembelajaran. Dengan demikian penerapannya pun harus disesuaikan dengan pembelajaran, sehingga diharapkan terdapat keselarasan antara tujuan dan pelaksanaan.

Para ahli juga mengemukakan masing-masing pendapatnya mengenai pengertian strategi pembelajaran. Salah satunya yaitu menurut Suparman (1997), Strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara mengorganisasikan materi pelajaran peserta didik, peralatan dan bahan, dan waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.

Dari berbagai pengertian strategi pembelajaran dari para ahli, dapat saya tarik kesimpulan bahwa strategi pembelajaran merupakan kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan pendidik dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

Oke lanjut...

Di dalam jurnal ini juga di jelaskan mengenai beberapa kriteria yang penting untuk menjadi pertimbangan guru dalam memilih strategi pembelajaran, di antaranya yaitu :

1. Karakteristik tujuan pembelajaran, yaitu mengembangkan domain psikomotorik, kognitif, sosial emosi, bahasa, dan estetika.

2. Karakteristik anak sebagai peserta didik baik usianya maupun kemampuannya. Maksutnya setiap anak pasti memiliki karakteristik dan kemampuan yang berbeda-beda. Kita sebagai pendidik atau guru harus terlebih dahulu peka dalam membaca hal tersebut sehingga dapat membuat strategi yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak didik agar tidak terjadi suatu pemaksaan terhadap kemampuan anak dan anak lebih nyaman saat belajar.

3. Karakteristik tempat yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Lingkungan sangat mempengaruhi perilaku anak. Oleh karena itu, penting bagi pendidik atau guru dalam merancang strategi pembelajaran dan memikirkan juga tempat yang akan dipakai agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat peserta didik belajar.

4. Karakteristik tema atau bahan ajar yang akan disajikan kepada anak. Guru dapat melibatkan orang tua dan lingkungan sekitar sekolah dalam menetapkan tema dan bahan ajar untuk anak. Misalnya, pendidik atau guru dapat memaksimalkan atau memanfaatkan kekayaan alam yang ada di sekitar lingkungan sekolah untuk dijadikan bahan ajar agar peserta didik lebih peka terhadap lingkungannya.

5. Karakteristik pola kegiatan yang akan digunakan. Kita sebagai pendidik atau guru juga harus memikirkan cara penyampaian bahan ajar atau materi yang benar agar dapat tersampaikan dan diterima dengan baik oleh peserta didik. Pengarahan atau penyampaian materi yang baik, akan terlihat dari cara anak dalam bekerja.

Banyak sekali yang harus kita perhatikan sebagai calon pendidik atau guru agar pembelajaran berjalan dengan lancar.

Baiklah selanjutnya...

Di jurnal ini juga di jelaskan mengenai prinsip utama pembelajaran berpusat pada anak. Pembelajaran yang berpusat pada anak mencakup 3 bagian yaitu :

1. Konstruktivisme

Konstruktivisme merupakan pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Anak membangun pemahaman mereka sendiri terhadap apa yang diketahui di lingkungan sekitarnya,  pembelajaran menjadi proses interaktif antar teman dan gurunya, anak membangun pemahaman mereka sendiri yang ada di lingkungan sekitarnya, mereka memahami apa yang terjadi disekitarnya dengan pengalaman barunya yang telah dipahami sebelumnya. ( Contoh pembelajaran konstruktivisme : Saat anak bermain balok, lalu mereka membuat sebuah bangunan memperlihatkan gambar gedung dengan ketinggian tertentu.)

2. Metodologi yang sesuai dengan Perkembangan

Metodologi yang sesuai dengan perkembangan adalah didasarkan pada pengetahuan perkembangan anak, semua anak berkembang sesuai dengan tahapan-tahapannya. Kita sebagai orang dewasa, pengasuh ataupun pendidik harus faham dan juga mengerti bahwa setiap anak mempunyai keunikan masing-masing.
Menurut saya prinsip yang paling penting disini yaitu prinsip yang nomor 2 karena dari prinsip ini kita harus benar memahami si anak didik itu sendiri

Selanjut nya...

Di jurnal ini juga di jelaskan mengenai Model Pendekatan Pembelajaran Berpusat Pada Anak. Anita Yus (2012) mengemukakan Model-model pembelajaran yang berpusat pada anak yang dilaksanakan oleh masyarakat di antaranya adalah sebagai berikut: 

1. Model Pendekatan Montessori

Pendekatan Montessori menggunakan bahan-bahan yang dapat dimainkan anak, namun  di dalam pendekatan ini tidak memberikan anak di bawah 6 tahun untuk berfantasi. Menurut saya pendekatan Montessori ini kurang efektif karena dalam pendekatan ini anak tidak bisa bermain secara bebas sehingga imajinasinya si anak tidak berkembang.

2. Model Pendekatan Bank Street

Pendekatan Bank Street memiliki unsur-unsur, yaitu :

a. Menekankan pada bermain

b. Anak aktif  dalam mengkonstruksi I pemahaman mereka tentang dunia, melalui interaksi dengan benda benda dan lingkungannya.

c. Mempertimbangkan    anak    secara keseluruhan

d. Melibatkan orangtua dan membangun komunikasi dengan orangtua. Peranan guru sebagai pengamat dan fasilitator pembelajaran.

Dari yang dapat saya pahami pendekatan bank Street ini sangat cocok untuk anak didik karena dengan pendekatan ini anak dapat lebih kreatif dan aktif.

3. Model pendekatan High/Scope   

Pada prinsipnya ada beberapa prinsip dasar dari pendekatan High/Scope:

a. Berdasarkan teori  konstruktif Piaget

b. Mementingkan pembelajaran aktif

c. Mementingkan benda - benda yang dapat dimanipulasi d. Adanya peranan orang dewasa  di dalam memfokuskan perhatian anak dan penggunaan bahasa dalam pembelajaran

e. Menekankan pada pilihan dan kegiatan di dalam sentra

f. Mementingkan pengamatan dan penilaian (assessment t)

 

4. Model Pendekatan Kurikulum Kreatif

Prinsip-prinsip kurikulum kreatif adalah :

 a. Konsepnya berdasarkan riset dan teori.

b. Peranan aktif dari anak sangat t dominan pada saat bermain dan bereksplorasi

c. Menekankan pada kualitas bahan-bahan dan pengaturan lingkungan pembelajaran

d. Fokus pada  pengamatan dan penilaian  agar dapat mencapai tujuan perkembangan anak secara menyeluruh t.

e. Mementingkan hubungan  dengan keluarga dan antara anak dan guru.

Dari apa yang saya baca dapat saya simpulkan untuk mengaplikasikan hasil belajar, kita sebagai pendidik atau guru sebagai pendorong utama dan pelaksana kegiatan belajar, harus memiliki kemampuan mengembangkan strategi pembelajaran. Suasana suasana dan pembelajaran itu diarahkan agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya melalui aktifitas belajar yang lebih aplikatif. Pembelajaran bagi anak usia dini, lebih banyak aktifitas uji coba, bermain sosial seperti halnya bermain peran, dan kegiatan stimulatif lainnya.  

Guru sebagai sumber belajar merupakan kunci utama atas keberhasilan anak didik sebagai pembelajar. Peran guru sangat penting karena berkaitan erat dengan penguasaan materi belajar atau kurikulum pada umumnya. Apapun yang ditanyakan anak anak didik tentang materi belajar, guru harus memiliki keyakinan untuk menjawabnya sehingga anak didik dapat  di memperoleh informasi yang memadai. Oleh  karena itu, strategi pembelajaran sangat dibutuhkan agar proses belajar mengajar dapat tercapai dengan optimal sesuai dengan yang direncanakan Pendidik sebagai orang terdekat dengan kehidupan anak di luar lingkungan n keluarga memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak. Oleh karena itu, mengenali dan memahami sifat anak merupakan bekal yang sangat berharga bagi pendidik agar dapat melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan strategi dan metode yang tepat dalam setiap kegiatan belajar (bermain) yang diselenggarakan, sesuai dengan usia, tahap perkembangan, kebutuhan, minat belajar anak. 

Nah hanya ini yang bisa saya berikan kepada kalian semoga bermanfaat dan bisa kalian jadikan sebagai bahan bacaan kalian, jika masih ada kekurangan mohon maaf.

Wassalammu'alaikum Wr Wb.

Minggu, 11 April 2021

Laporan Bacaan 1

 LAPORAN BACAAN JURNAL 1

NORMAN SAFUTRA (11901045)

PAI 4D

 

Identitas Jurnal 

Judul: Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Lanjutan Menengah Atas Dan Pengaruhnya Terhadap Pembangunan Karakter

Penulis: Darmiah

Penerbit: UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh


Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam(PAI) yang ada di sekolah mempunyai sebuah tujuan yaitu agar para siswa mampu mengamalkan ajaran agama yang dianut nya. Keberhasilan dalam pembelajaran pendidikan agama islam tergantung dalam pembelajaran nya. Apabila sasarannya sesuai dengan perintah Al-Qur'an dan sunnah Rasul maka siswa memiliki intelektual yang luas dan juga kesadaran spritual nya meningkat.

Dalam pengembangan karakter siswa ada beberapa tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi akhir. Dalam hal ini lembaga pendidikan merupakan lembaga yang utama untuk memanfaatkan secara optimal dan semaksimal mungkin terhadap lingkungan belajar yang ada, tujuan nya untuk mengupayakan, memperbaiki, membina dan menyempurnakan proses pembentukan karakter.

Strategi merupakan sebuah haluan besar yang harus dicapai sasaran nya seperti yang sudah ditentukan. Maka dari itu, strategi dalam proses pembelajaran harus tepat dan sesuai dengan yang diharapkan.

Jika dikaitkan dengan pendidikan dalam garis besar terdapat 3 strategi, yaitu :

1.Jika dilihat dari segi proses pembelajaran yang di didik secara umum ada tiga strategi dalam pembelajaran yaitu:

a.Pendekatan individualistik

b.Pendekatan sosial/kelompok

c.Pendekatan campuran

2.Pendekatan Umum Pembelajaran Pendidikan Islam, ada beberapa cara yaitu:

a.Pendekatan rasional

b.Pendekatan emosional

c.Pendekatan fungsional

d.Pendekatan pengalaman

e.Pendekatan keterampilan proses

f.Pendekatan pembiasaan

g.Pendekatan keimanan dan klarifikasi nilai

3.Pendekatan khusus pembelajaran PAI, secara khusus ada 5 pendekatan, yaitu:

a.Pendidikan dengan keteladanan

b.Pendidikan dengan adat kebiasaan

c.Pendidikan dengan nasehat

d.Pendidikan dengan memberikan perhatian

e.Pendidikan dengan memberikan hukuman

4.Strategi pembelajaran kasus

5.Strategi pembelajaran targhib-tarhib

Jadi, pendidikan agama Islam adalah pendidikan yang dipastikan dapat membangun akhlak atau karakter sebuah bangsa atau masyarakat. Namun, tergantung kepada strategi pembelajaran yang digunakan. Penggunaan strategi yang tidak tepat dipastikan tidak akan dapat mencapai hasil yang telah ditetapkan. Para guru PAI juga perlu bertindak tegas dengan hukuman fisik yang dapat memberikan efek jera kepada siswa yang tidak patuh kepada ketentuan yang telah ditetapkan dengan memperhatikan nilai hak asasi manusia (HAM)