Selasa, 17 September 2019

Kampung halaman


Kampung Halaman

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

     Perkenalkan nama saya Norman Safutra,kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang kampung halaman saya yaitu Pontianak. Saya lahir dan dibesarkan di Pontianak tepatnya di Jalan Urai Bawadi atau biasa dikenal kampung Jawa, karena sebagian besar yang tinggal di Jalan ini adalah orang jawa. Ada yang Jawa Barat,Jawa Tengah,Jawa Timur pokoknya semua rata-rata pendatang dari Jawa. Aku tinggal di Gang Tria 4, didalam gang ini banyak sekali kenangan yang aku miliki hingga tidak bisa aku lupakan, bagiku masa kecilku adalah masa kecil terakhir yang sangat bahagia ,karena sampai sekarang anak kecil didalam gang ini sudah jarang sekali untuk bertemu ataupun bermain bersama, karena apa? Karena mereka semua tlah mengenal yang namanya gadget,dulu zaman aku masih kecil belum kenal yang namanya gadget. Zaman dulu kami lebih senang bermain bersama,bermain pelantak atau biasa disebut mainan yang terbuat dari bambu, bermain layangan ,bermain bola dilapangan yang dimana tanda akhir permainan ditandai dengan suara azan maghrib.
     Oh iya aku belum cerita tentang sejarah Kota yang merupakan kampung halaman ku, Kota Pontianak yaitu ibukota Kalimantan Barat yang lahir pada 23 Oktober 1771. Raja pertama di Pontianak yaitu Sultan Syarif Abdurrahman, dan asal usul nama Pontianak diambil dari nama kuntilanak, yaitu hantu yang sering mengganggu raja pertama ini, namun kuntilanak ini dapat dikalahkan oleh raja karena ditembak dengan meriam, begitulah ceritanya.
     Dikampung halamanku ini setiap tahunnya pasti slalu terjadi bencana kabut yang disebabkan oleh orang-orang yang tidak berpendidikan dengan membakar lahan atau hutan demi sebuah perusahaan baru bisa dibangun, namun mereka tidak memikirkan bagaimana nasib para binatang yang sudah lama tinggal di hutan, mereka semua mati karena api melalap hutan tersebut, banyak orang yang merasa risih karena banyak nya binatang buas ataupun binatang lainnya yang banyak masuk ke tempat tinggal para manusia, jangan salahkan binatang itu sampai masuk ke wilayah manusia, tapi salahkan para pembakar hutan yang mempunahkan tempat tinggal dan habitat mereka, aku hanya berharap tahun depan atau sampai kapanpun jangan sampai terjadi kabut asap lagi, kasihan orang-orang yang tidak berdosa banyak terkena penyakit.
     Sekian cerita kampung halaman saya ,jangan lupa mampir ya ke Kotaku, disini banyak tempat asik untuk berwisata kok. Saya akhiri, wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


1 komentar:

  1. Masya Allah,cerita ente mau buat ana sedih Masya Allah😭😭😭😭😭

    BalasHapus